Minggu, 17 Agustus 2014

Sekilas, KH. Dachlan Salim Zarkasyi dan Metode Belajar Al-Quran Qiraati.


KH. Dachlan Salim Z.
Disekitar kita semakin banyak anak-anak yang mahir dan fasih membaca Al-Quran. Bahkan tidak jarang melebihi kemampuan orang tua dan para pendahulunya. Salah satunya berkat keberadaan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dengan menggunakan metode belajar membaca Al-Quran karya KH. Dachlan Salim Zarkazyi, yakni Qiraati.

Bagi kita yang tinggal dilingkungan yang mayoritas muslim, sangat mudah untuk menemukan tempat belajar membaca Al-Quran, kususnya bagi anak-anak. Hampir disetiap masjid atau mushala selalu ada sebuah TPQ/lembaga nonformal yang fokus dibidang pendidikan dan pembelajaran Al-Quran.

Salah satu metode yang popular digunakan untuk mempelajari Al-Quran pada saat ini yaitu metode Qiraati. Saat ini, buku panduan metode Qiraati telah menjadi pegangan wajib bagi ribuan TPQ maupun lembaga nonformal lainnya di nusantara ini.

Qiraati adalah salah satu dari sekian banyak metode dalam mempelajari Al-Quran. Qiraati merupakan metode dalam mempelajari bacaan Al-Qur`an yang berorientasi kepada hasil bacaan siswa secara “mujawwad murattal” dengan memperhatikan dan mempertahankan mutu pengajaran dan mutu pengajar melalui mekanisme sertifikasi/syahadah (Ijazah).

Hanya pengajar yang telah mendapatkan sertifikat/syahadah yang diijinkan untuk mengajar di lembaga/TPQ Qiraati, dan hanya lembaga yang memiliki sertifikat/syahadah yang diijinkan untuk mengembangkan Qiraati.

Para santri belajar dari dasar hingga tingkat mahir secara bertahap dengan menggunakan beberapa jilid buku panduan yang terdiri dari beberapa tingkatan yang harus dilalui oleh santri. Total ada enam jilid buku panduan yang harus dipelajari oleh santri, ditambah dengan buku panduan mempelajari Tajwid dan Gharib. Seusai menyelesaikan pembelajaran melalui tingkatan-tingkatan tersebut , santri sudah bisa membaca Al-Quran dengan mahir dan secara tartil.

Adalah KH. Dachlan Salim Zarkasyi yang menggagas dan mengenalkan konsep pembelajaran Al-Quran tersebut. Kiai Dachlan lahir di Semarang pada tanggal 28 Agustus 1928. Berawal dari keprihatinan Kiai Dachlan melihat kenyataan bahwa betapa banyak masyarakat muslim yang belum bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar, maka beliau tergugah untuk mengamati proses belajar-mengajar membaca Al-Quran dibeberapa madrasah, masjid dan mushala di lingkungan sekitar beliau tinggal, yang kemudian mengilhami beliau untuk memperbaiki keadaan yang ada dengan menyusun konsep belajar membaca Al-Quran yang lebih efektif dan efisien, yang kemudian lahirlah mahakarya dari beliau, yaitu metode belajar Al-Quran Qiraati.
 
Logo Qiraati.
Dengan berbekal ilmu dan pemahaman tentang Al-Quran yang beliau miliki, beliau menularkan ilmu Al-Quran di teras rumahnya. Dibantu oleh anak-anaknya, sore hari selepas bekerja beliau sempatkan mengajari anak-anak disekitar rumahnya membaca Al-Quran.

Kiai Dachlan mungkin tidak pernah menyangka bahwa hasil karyanya akan bisa sepopuler seperti sekarang ini. Bermula dari pengajian di sebuah teras rumah di Jl. MT. Haryono, Kampung Kebonarum, Semarang, kini Qiraati telah dimanfaatkan dan dipelajari oleh ribuan bahkan puluhan ribu masyarakat di berbagai pelosok nusantara. Bahkan saat ini Qiraati juga telah merambah hingga ke beberapa negara tetangga.

Namun sayang, beliau tidak sempat ikut menyaksikan kemanfaatan dan kepopuleran Qiraati yang dulu beliau rintis, KH. Dachlan Salim Zarkasyi telah wafat pada tanggal 20 Januari 2001 yang lalu.


* Diolah dari berbagai sumber dan narasumber.


2 komentar: